Era Ketika Semua Bisa Terkoneksi

01-internet-of-things-1

Era Ketika Semua Bisa Terkoneksi

Internet of things (IoT), big data dan penciptaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) disebut-sebut sebagai kunci tren digital ke depan. Apakah itu?

Inovasi berbasis teknologi digital diperkirakan akan semakin masif. Kita telah melihat bagaimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah mendorong lahirnya medium layanan baru yang serba cepat, mudah dan murah. Perkembangan ini memaksa berbagai industri segera beradaptasi agar produk dan layanan mereka tetap kompetitif.

Pemanfaatan internet of things (IoT) yang menghasilkan sekumpulan big data  serta penciptaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan di antara cara untuk membangun customer experience di era di digital ke depan.

 

  • Interkoneksi IoT

IoT ramai dibincangkan akhir-akhir ini. Teknologi tersebut memungkinkan setiap barang yang kita miliki nantinya terhubung dengan internet dan bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi.

Interkoneksi merupakan kata kunci.  IoT nantinya akan menghadirkankendaraan (smart car), rumah (smart home), kantor (smart office) dan benda lainnya yang semuanya terhubung internet. IoT juga dapat dimanfaatkan untuk menyediakan layanan transportasi publik yang lebih baik, layanan kesehatan, perbankan, serta banyak lagi. Sistem ini akan menghasilkan data sekaligus dapat bertukar dan informasi.

Fenomena ini diperkirakan akan masif seiring kian murahnya biaya untuk memasang koneksi internet dalam sebuah perangkat elektronik. Pada tahun 2017, diperkirakan akan ada 1,5 miliar perangkat baru yang terhubung dengan internet di seluruh dunia. Jumlah tersebut bahkan akan meningkat hingga dua puluh miliar perangkat di tahun 2020.

 

  • Artificial Intelligence

Dari fenomena IoT akan tercipta sekumpulan data yang membentuk gabungan data yang sangat besar sekaligus kompleks atau dikenal dengan istilah “big data”. Hal ini membutuhkan pengelolaan yang dapat dioptimalkan dengan menciptakan Artificial Intelligence (AI).

AI merupakan teknologi perangkat atau sensor cerdas yang dapat membantu mendeteksi, mengolah, menyimpulkan, menyampaikan informasi secara cepat dan cermat.

Melalui AI, penyebab suatu kejadian nantinya dapat didiagnosa. AI juga dapat membantu memprediksi kejadian di masa yang akan datang, serta mampu merekomendasi untuk mencegah terjadinya suatu kejadian tertentu.

Di industri perbankan, ANZ Banking Group telah bekerja menggunakan Robotic Process Automation untuk merampingkan pekerjaan di back office, termasuk helpdesk dan administrasi payroll. Sementara itu, Commonwealth Bank of Australia tengah mengembangkan teknologi AI untuk membantu dalam cyber security, mendeteksi fraud dan kepatuhan terhadap peraturan. Mereka berusaha memanfaatkan big data untuk  mengurangi risiko.

 

  •  Advance Machine Learning

Advance Machine Learning (AML) adalah lanjutan dari AI yang mencakup sistem lebih canggih. Seperti mampu memahami, mempelajari, memprediksi, beradaptasi dan beroperasi secara mandiri.

AML ini diprediksi mampu mengubah perilaku masa depan yang mengarah pada penciptaan perangkat dan program yang lebih cerdas. Gartner, perusahaan riset teknologi informasi memprediksi AML akan lebih banyak digunakan pada robot, kendaraan mandiri, elektronik untuk konsumen, virtual personal assistants dan smart advisors.

 

Comments (1)

Wah hebat ya sudah memasuki era digital. Otomatisasi dan robotik. Bersinggungan dengan teknologi dan dibutuh sumber info yang tepat dan akurat.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.