Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Anak

 

 

Aktivitas fisik berbeda dengan olahraga. Olahraga merupakan kegiatan terencana, terstruktur, dan berulang untuk melatih aspek kebugaran tertentu. Sementara, aktivitas fisik bisa berupa kegiatan apa saja, seperti berjalan, berlari, bermain dan sebagainya.

Menurut National Assocaiation of Sports and Physical Education, untuk aktivitas terstruktur minimal dilakukan selama 30 menit (dipimpin oleh orang dewasa). Sedangkan aktivitas tidak terstruktur (aktivitas bebas) dilakukan minimal 60 menit.

Bagi anak, aktivitas fisik yang dilakukan bisa melatih berbagai kemampuan. Diantaranya, hidup bersosialisasi, kedisiplinan dan menambah kepercayaan diri. Hal ini memberi pengaruh yang baik bagi perkembangan psikologis anak.

Usia balita 2-3 tahun misalnya, aktivitasnya lebih banyak tertuju untuk menguasai pergerakan dasar. Seperti berjalan, berlari, menendang bola dengan benar, main mobil-mobilan, sepeda roda tiga, dan lainnya.

Pada usia 4-6 tahun, aktivitasnya lebih berkembang lagi. Berjalan lebih jauh, bermain kejar-kejaran, lompat tali, dan permainan lainnya yang mengasah ketrampilan motorik anak.

Di usia anak sekolah dasar antara 7-9 tahun, aktivitasnya bersepeda, bermain bola, berjalan, dan berlari lebih berkembang lagi. Menjadi lebih terstruktur. Anak bisa mulai diarahkan untuk bermain dalam tim sepakbola, misalnya.

Umur 10 tahun, anak mulai mengerti taktik dan strategi. Aktivitas fisik berupa olahraga tim, bisa lebih diintensifkan lagi.

Para orang tua harus lebih memperhatikan aktivitas anak. Karena bila anak kurang aktivitas, bisa mengakibatkan banyak penyakit. Diantaranya obesitas, diabetes tipe B, pertumbuhan lambat, dan bisa mengakibatkan gangguan kecemasan.

Related Posts

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.